Di lokasi ini kericuhan kembali terjadi, bahkan lebih parah dari tempat sebelumnya. Kericuhan itu juga mengakibatkan seorang bocah berumur enam tahun pingsan karena harus berdesakan dengan para warga Pademangan Timur, Jakarta Utara yang ingin mendapatkan angpao dari gubernur flamboyan itu.
Insiden tersebut bermula saat Jokowi bersama isterinya, Iriana Widodo selesai bersilahturrahmi dan membagi-bagikan angpao Lebaran kepada warga yang sudah menanti kedatangannya dari pagi hari.Angpao yang hanya berisi Rp 10 ribu ini diperebutkan oleh hampir ratusan warga. Bahkan warga nampak tidak mendengarkan pidato Jokowi karena terlalu sibuk saling dorong berebut uang itu.
"Saya mohon maaf kepada seluruh warga. Kenapa saya kesini, karena saya sadar banyak kesalahan, kekeliruan dalam membuat kebijakan atau keputusan. Jadi saya yang datang bukan rakyat yang datang ke saya. Karena itu saya dan isteri bersama jajaran Pemprov DKI mengucapkan Selamat Lebaran, minal aidin wal faidzin," kata Jokowi mengulang kata yang sama di dua tempat sebelumnya.
Karena banyak warga belum mendapatkan angpao Lebaran, seorang ibu yang membawa anak perempuan berusia enam tahun mendesak maju menembus kerumunan orang. Tak tahan dengan aksi dorong tersebut, si anak langsung kejang dan pingsan.
Mengetahui anaknya sudah pingsan, si ibu itu bukannya berhenti berdesakan malah justru tetap berusaha menggapai Jokowi untuk meminta angpao Lebaran. Sontak ajudan pribadi Jokowi memaksa ibu itu membawa anaknya kepinggir lapangan. Tiga orang warga dipaksa untuk membantu ibu itu untuk menggotong anaknya.
Akhirnya, ibu itu hanya pasrah melihat Jokowi yang sudah masuk mobil. Kemudian membopong anaknya dibantu tiga warga lainnya masuk ke salah satu rumah warga untuk mendapatkan pertolongan.
"Aduh Pak Jokowi, bagaimana sih, saya dan anak saya sampai pingsan begini, enggak dapet duitnya juga," ujar ibu sang anak yang mengenakan baju gamis itu.
Banyak warga yang tidak mendapat angpao dari Jokowi merasa kecewa. Mereka berharap jika kunjungan, Jokowi dapat membagikannya dengan lebih merata. "Kita kan nunggu duitnya, bukan Jokowinya saja. Tapi sudah habis cepat," kata ibu paruh baya di lokasi.
[ian]
BACA JUGA: