Para pendemo menuntut permintaan maaf dari wagub yang disapa Ahok tersebut atas pernyataanya yang mengancam PKL dengan pidana penjara. Mereka tidak diijinkan masuk, hanya berorasi dari depan gerbang utama balaikota.
"Woi Ahok, jangan berani di kandang doang," ujar salah seorang pendemo.
Para pendemo pun menyebut Basuki diskriminatif karena melarang mereka untuk berdagang.
"Kita berdagang itu mencari uang yang halal. Pedagang mau dipenjarin, lo (Ahok) aja kali yang dipenjara. Kami mau Ahok meminta maaf sama pedagang dan warga tanah abang, " tuntut para pedagang dengan lantang.
Selama ini, mereka merasa belum pernah diajak Ahok untuk berdialog mengenai relokasi PKL ke Blok G Pasar Tanah Abang. Lebih mengherankan lagi, Tanah Abang begitu luas justru yang dipilih Blok G. Sementara bangunan itu sudah tidak layak huni.
"Blok G itu tidak layak untuk ditempati, suruh Ahok blusukan lihat sendiri. Tanah Abang masih luas, kenapa mesti disitu (Blok G)," protes pendemo emosi.
Alih-alih menemui pendemo, Basuki yang ada di ruangannya malah menuding mereka sebagai massa bayaran.
"Massa bayaran tuh. Suaranya kurang besar," cetusnya
.[wid]