Namun tudingan itu langsung diprotes H. Udin, pengelola ekspedisi Usaha Baru Putra di Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang.
"Yang bikin macet PKL, parkir liar sama pak ogah. Kita usaha di sini ikutin aturan gedung kok," ucapnya, Rabu (24/7).
Ia pribadi mendukung rencana Jokowi-Ahok menertibkan ekspedisi liar asalkan tidak jauh dari pasar.
"Biar bongkar angkut barangnya gampang," jelasnya.
Pun demikian, jika PKL dan parkir liar ditertibkan, baginya tidak mempengaruhi usahanya.
"Tapi jangan salahkan kita kalo masalah macet, dan jangan tutup usaha kita gara gara macet," imbuhnya.
Hal senada dikatakan Tomi (35), seorang kuli panggul ekspedisi. Menurutnya, selama ini justru PKL dan parkir liar yang jadi sumber kemacetan dan bukan para kuli panggul yang berlalu lalang. Ia juga berharap penertiban tidak sampai memindahkan usah ekspedisi ke lokasi lebih jauh.
"Kalau bawa barang repot, kehalang PKL sama parkir liar. Jadinya repot yang diomelin orang malah saya. Kalau dipindahinnya jauh, saya juga repot bawanya bang," pungkas bapak satu anak ini.
[wid]