Awal Berdiri Blok G Ramai Pembeli Tapi Semenjak Ada PKL...

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 23 Juli 2013, 19:58 WIB
rmol news logo Haji Tanu yang menempati los CKS Blok G Pasar Kebon Jati mengakui omset dagangan sepatunya menurun lantaran pembeli lebih banyak memilih ke PKL.

"Waktu dagang di bawah untung lumayan. Dulu yang sama sekarang beda jauh. Sekarang di sini untungnya dikit. Mending jadi PKL kalau dipikir-pikir sih," beber Tanu.

Jika pun ada pembeli karena sudah niat belanja di Blok G dari rumah. Beda dengan kondisi berjualan di pinggir jalan.

"Kalau di bawah (pinggir jalan), orang nggak sengaja lewat bisa belanja," terangnya.

Lebih jauh Tanu menceritakan, dahulu waktu bangunan Blok G masih baru berdiri ramai didatangi pembeli. Namun lambat laun berkurang karena pedagang musiman kembali marak berjualan di pinggiran jalan Pasar Tanah Abang.

"Dulu saya juga PKL di bawah sana, tahun 1980. Terus tahun 1986, saya pindah ke sini. Tahun 1986-1987 rame disini sampe ke atas juga rame. Cuma gitu dua tahun doang ramenya, pas ngeliat ada yang dagang lagi di bawah pada ikutan turun semua," kenangnya.

Ia hanya berharap Pemerintah Pronvisi DKI tegas menindak PKL agar Blok G kembali ramai seperti awal-awal.

"Kalau dibilang di sini nggak ramai ya karena pada dagang di bawah. Kalau udah naik semua pasti rame lagi. Cuma emang harus sabar, nggak sekaligus rame. Nanti kan orang belanja pada naik. Seminggu dua minggu wajar lah belum ramai, dulu kan begitu," imbuh Tanu yang mengaku pernah diusir pakai helikopter.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA