
Salah satu alasan pedagang enggan menempati blok G Pasar Kebon Jati karena kondisi bangunan sudah tidak layak untuk dihuni. Apalagi jika malam hari tiba, suasana bangunan tersebut benar-benar menyeramkan.
"Kalau malam jadi tempat pelacuran. Tempat tidur copet sama gembel. Kalo kita jualan disana gimana barang kita. Entar pada ilang lagi," ungkap Rohman (35) saat ditemui di lapak dagangannya, di pinggiran jalan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (23/7)
Itu baru dari segi keamanan, lanjut dia, belum lagi menyoal omset. Selama ini tidak ada jaminan jika berdagang di Blok G lebih menguntungkan.
"Kita cari makan halal. Makanya kita dagang. Kita dagang pakai modal. Buat puasa sekarang saya udah ngemodal Rp 15 juta, sekarang penghasilan mepet banget, yang beli sepi. Gimana mau balik modal," keluhnya.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.