
Hingga kini belum ada satu pun pedagang kali lima Pasar Tanah Abang yang mendaftarkan diri masuk area Blok G seperti diarahkan Pemprov DKI. Bahkan, untuk memancing para PKL, Pemprov menjanjikan bebas sewa selama enam bulan.
"Saya nggak setuju dipindahin. Di sana (Blok G Tanah Abang) nggak strategis tempatnya, kan kalau PKL itu di bawah yang belinya sambil lewat saja. Kalau di atas kan repot pembelinya, Jadi sedikit yang beli," ungkap seorang PKL, Sugiyanto memberi alasan saat ditemui di sela kesibukannya berjualan di pinggir jalan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (21/7).
Sugiyanto pun mengklaim bukan hanya dirinya yang menolak digusur, malah hampir seluruh PKL. Kebanyakan alasan mereka serupa yakni tidak strategis lokasinya.
"Saya pernah jualan di sana, tapi hasilnya sedikit. Ya lebih sedikit dari yang sekarang (PKL)," ucap Sugiyanto kepada
Rakyat Merdeka Online.
"Pokoknya saya ngga mau direlokasi," tutupnya.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.