Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Kurnianto Amien, berdasarkan catatannya, sedikitnya ada 1.114 warga di wilayah Jaksel terjangkit DBD sepanjang tahun 2013. Dari 10 kecamatan di wilayah Jaksel, Kecamatan Jagakarsa menjadi wilayah yang warganya paling banyak menderita penyakit DBD, yakni 176 penderita. Disusul Kecamatan Pasar Minggu 147 kasus, Kebayoran Lama 129 kasus, Pesanggrahan 127 kasus, Tebet 126 kasus, Cilandak 101 kasus, Kebayoran Baru 98 kasus, Pancoran 91 kasus, Setiabudi 87 kasus, dan Mampang Prapatan 62 kasus.
Menurut Kurnianto, salah satu penyebab penderita DBD di wilayah Jagakarsa meningkat arena kawasan tersebut banyak terdapat pepohonan sehingga agak lembab. Karena itulah, Kurnianto meminta masyarakat menggalakkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) selama 30 menit setiap hari Jumat. Cara ini ia nilai lebih efektif ketimbang melakukan pengasapan atau fogging.
"Kalau fogging itu efektif tujuh hari, bubuk abate bisa 30 hari. Tapi kalau mau selamanya, ya digalakkan PSN dengan menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas," terangnya.
Ia menambahkan, biaya untuk melakukan PSN juga lebih murah ketimbang melakukan fogging yang membutuhkan anggaran cukup besar, yakni sampai sekitar Rp 2 juta untuk sekali pengasapan. Terlebih, menurutnya, saat ini sudah ada 6.684 petugas juru pemantau jentik (jumantik) yang siap membantu.
Lebih lanjut, Kurnianto menyampaikan, warga juga mesti proaktif melaporkan ke puskesmas terdekat jika ada kasus penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut di wilayahnya.
[wid]
BACA JUGA: