"Ya proses lah, beri waktu. Di situ memang paling rumit, tapi yakin dalam sebulan inilah akan kelihatan kayak Pasar Minggu," beber gubernur bersapa Jokowi tersebut kepada wartawan di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (12/7).
Lanjut Jokowi, aktivitas para pengangkut barang ekspedisi di sekitaran pasar tersebut membuat kemacetan semakin parah.
"Lihat di lapangan coba dilihat, orang dorong pake gerobak troli ke sana kesini menganggu lalu lintas, jangan dipandang sepele, mobilisasi troli gerobak-gerobak itu mengganggu juga," jelasnya.
Walikota Jakarta Pusat, Saefullah dan Kepala dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso dibantu dari Dinas Pengawas dan Penertiban Bangunan DKI Jakarta pada 3 Juli lalu memimpin langsung penertiban PKL di wilayah Tanah abang. Lebih dari 100 anggota Satpol PP DKI Jakarta, lima unit truk, dan satu alat berat dikerahkan. Pengerahan ini untuk menertibkan PKL dan bangunan yang tidak berizin mulai dari Jalan KH. Mas Mansyur menuju daerah pasar Tanah abang hingga ke arah Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Setidaknya ada 25 kantor ekspedisi di Tanah Abang disegel dalam penertiban itu. Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, masih ada 43 kantor ekspedisi ilegal lagi yang belum disegel.
[wid]