"Kalau menurut gambar, yang termasuk fasos fasum itu bukan di sini," ujar sala seorang warga setempat, Syamsuddin (47) yang mengaku sudah menempati lahan tersebut sejak tahun 2004.
Syamsuddin mengklaim, lahan yang ditempati bersama sekitar puluhan kepala keluarga lainnya itu merupakan lahan sengketa antara H Salam Gani dengan Dana Pensiun Bank Mandiri. Ia juga mengaku, sebelumnya bahkan tidak ada sosialisasi kepada warga terkait rencana pembongkaran.
"Sebelum ini tidak pernah ada sosialisasi. Sejak semalam kami sudah bersiap untuk bertahan," katanya, Rabu (5/6).
Seperti diberitakan, eksekusi lahan di Perumahan Taman Pulo Gebang berakhir ricuh. Personil Satpol PP dibantu anggota TNI/Polri yang tiba di lokasi sejak pagi, langsung dihadang warga dengan lemparan batu. Satu unit kendaraan water cannon pun dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan ban-ban bekas yang dibakar di tengah jalan. Untuk membubarkan massa warga, petugas lalu melemparkan tembakan gas air mata
[wid]