"Kenapa Jokowi-Ahok tidak berani membongkar/menggusur Mega Mall Pluit dan hotel Aston! Padahal tempat tersebut tidak sah surat-suratnya, karena asalnya adalah danau Pluit yang ditimbun jadi Mall!," tulis Baim Sholeh mewakili Aliansi Cabut Mandat Jokowi-Ahok melalui rilis yang diterima redaksi, Selasa (4/6).
Bukan hanya itu, sikap diskriminasi Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama juga diperlihatkan keduanya dengan menyuburkan tempat prostitusi terselubung milik cukong-cukong asing seperti Hotel Classik yang selama ini dikenal sebagai lokasi perdagangan perempuan.
"Jangan hanya berani sama rakyat pribumi kecil dan miskin, sedang sama big bos yang sama-sama Cina dan kaya tidak berani," imbuhnya.
Untuk itulah, kata Sholeh, pihaknya menyerukan kepada warga DKI bersatu untuk menghentikan segala bentuk diskriminasi yang dilakukan Jokowi dan Ahok.
"Stop intimidasi aparat keamanan yang hadir di Muara Baru yang membuat warga takut dan tertekan," tegasnya.
Pihaknya juga mendesak agar kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) yang telah mengeluarkan izin pendirian Mall Mega Pluit dicopot dari jabatannya. Pun demikian dengan izin pembangunanya.
Sholeh menambahkan bahwa pihaknya mendukung wacana interpelasi yang diajukan jajaran DPRD DKI terhadap Joko Widodo.
"Kami mendukung DPRD DKI Jakarta untuk menggunakan hak interpelasi dan segera memanggil Jokowi atas sikap arogansi dan bentuk diskiminasi terhadap warga DKI Jakarta," kata Sholeh mengakhiri.
[wid]