Sumpah Pemuda seharusnya terus dihidupkan sebagai semangat perjuangan untuk merawat persatuan, memperkuat solidaritas, dan meneguhkan komitmen kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.
Demikian dikatakan Koordinator Presidium Pelajar Nasional (PPN) Reza Firdaus melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 29 Oktober 2026.
Menurut Reza, makna Sumpah Pemuda harus senantiasa menjadi pedoman bagi generasi muda, khususnya pelajar Indonesia, dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah perbedaan pandangan, latar belakang, organisasi, suku, agama, dan kepentingan.
“Persatuan di atas segalanya bukan berarti menghilangkan perbedaan atau menyeragamkan pikiran," kata Reza.
PPN menilai bahwa tantangan generasi muda saat ini bukan hanya menjaga persatuan dari ancaman perpecahan, tetapi juga memastikan bahwa persatuan tersebut memiliki makna nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Persatuan harus menjadi kekuatan untuk menyuarakan keadilan, memperjuangkan hak-hak pelajar, memperluas akses pendidikan, serta mendorong hadirnya kebijakan publik yang berpihak pada masa depan generasi.
Reza menekankan bahwa pelajar tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek dalam pembangunan nasional. Pelajar harus diberikan ruang untuk berpikir kritis, menyampaikan aspirasi, berorganisasi, dan terlibat aktif dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Sebagai wadah kolektif yang mempertemukan berbagai organisasi pelajar, Presidium Pelajar Nasional juga menegaskan pentingnya membangun ruang dialog yang terbuka dan setara. Perbedaan identitas dan orientasi organisasi hendaknya tidak menjadi sekat untuk bekerja sama dalam memperjuangkan kepentingan pelajar Indonesia.
"Lanjutkan makna Sumpah Pemuda. Persatuan di atas segalanya," pungkas Reza.
BERITA TERKAIT: