Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Minggu, 11 Oktober 2026, 15:01 WIB
Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat
Tokoh perempuan Aceh, Prof. Adjunct Dr. Marniati. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi ke-II 2026 digelar pada 9-11 Oktober 2026 di Banda Aceh, Provinsi Aceh. 

Mengusung tema “Mengangkat Ajaran Sufi untuk Persatuan dan Perdamaian Umat”, kegiatan ini dihadiri ribuan jamaah serta ulama sufi dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara.

Tokoh perempuan Aceh, Prof. Adjunct Dr. Marniati, mengajak umat Islam menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum memperkuat persatuan, kerukunan, dan kasih sayang.

Menurut Marniati, muzakarah internasional ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat hubungan antarelemen umat, serta mendorong kerja sama untuk kemajuan Islam di Indonesia dan dunia.

“Sudah saatnya kita memperkuat persatuan. Kita adalah umat Rasulullah SAW. Jangan sampai perbedaan pandangan dan jalan dakwah membuat kita saling menjauh, saling menuding, bahkan melemahkan satu sama lain. Mari kita duduk bersama, saling menguatkan, dan berjalan berdampingan untuk kemaslahatan umat,” ujar Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh tersebut, Minggu, 11 Oktober 2026.

Marniati berharap organisasi Islam, majelis ilmu, dan kelompok dakwah dapat terus membangun komunikasi serta bekerja sama tanpa memperbesar perbedaan.

Ia menilai setiap kelompok memiliki cara dan ruang pengabdian masing-masing. Perbedaan pemikiran seharusnya tidak menghalangi kerja sama di bidang pendidikan, sosial, pembinaan generasi muda, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kita tidak harus selalu sama dalam segala hal untuk bisa bekerja bersama. Yang terpenting, kita menjaga adab, menghormati perbedaan, dan mengutamakan kemaslahatan umat,” tegasnya.

Menurut Marniati, persatuan tidak cukup hanya menjadi slogan dalam forum keagamaan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan berkelanjutan.

Marniati juga mengingatkan bahwa masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sosial, dan keluarga. Karena itu, ulama, akademisi, tokoh agama, serta pemimpin organisasi Islam perlu menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap dakwah turut mendorong kemajuan pendidikan, meningkatkan kesejahteraan, memperkuat kepedulian sosial, dan menanamkan akhlak kepada generasi muda.

Menurutnya, kekuatan umat Islam tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengikut atau besarnya organisasi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga persaudaraan dan memberikan manfaat bagi sesama.

“Kalau umat Islam bersatu dalam kebaikan, saling menguatkan, dan bekerja bersama, insyaallah kita akan menjadi umat yang lebih kuat dan bermartabat,” tuturnya.

Marniati berharap Muzakarah Internasional Tauhid Sufi 2026 tidak hanya menjadi forum keilmuan dan spiritual, tetapi juga menjadi awal dari kerja sama nyata antarelemen umat Islam.

Ia menyampaikan selamat atas penyelenggaraan kegiatan tersebut dan berharap muzakarah membawa keberkahan serta memperkuat persaudaraan umat.

“Semoga Allah SWT memberikan keberkahan dan menjadikan momentum ini sebagai jalan untuk mempererat persatuan umat Islam. Mari kita tinggalkan sikap saling menuding, perkuat kasih sayang, dan bergerak bersama demi kemajuan Islam di seluruh Nusantara bahkan dunia,” pungkasnya. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA