Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa observasi yang dilakukan saat ini merupakan investasi bagi keselamatan generasi mendatang, serta sangat relevan bagi Indonesia sebagai negara kepulauan tropis yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.
“Tema Hari Meteorologi Dunia tahun ini mengingatkan kita bahwa setiap data yang dikumpulkan hari ini adalah bagian dari perlindungan masa depan bangsa,” ujar Faisal dalam jumpa pers di kantor BMKG, Jakarta Pusat, Selasa 17 Maret 2026.
Faisal menegaskan, BMKG berkomitmen untuk terus memperkuat sistem observasi, memperluas jaringan, dan meningkatkan layanan agar masyarakat Indonesia semakin terlindungi serta siap menghadapi tantangan perubahan iklim.
Dalam peringatan HMD 2026, BMKG mengusung tema Mengamati Hari ini, Melindungi Masa Depan Indonesia. Dari tema ini, Faisal menyatakan bahwa BMKG akan mengintegrasikan pengamatan cuaca terkini dengan strategi perlindungan jangka panjang, sebagai fondasi perlindungan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
“Tantangan nyata perubahan iklim dan urbanisasi, yang meningkatkan intensitas dan frekuensi kejadian ekstrem, kian mendesak kebutuhan sistem peringatan dini demi melindungi masyarakat,” kata Faisal.
“Maka dari itu, informasi cuaca dan iklim yang akurat serta berkelanjutan menjadi modal utama perlindungan masa depan,” tambahnya.
BERITA TERKAIT: