Menurut data Pemerintah Kabupaten Garut, akibat bencana tanah longsor di Kampung Sawah Jeruk, Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong, sebanyak 20 unit rumah dilaporkan rusak.
Tak hanya itu, longsor juga mengancam 250 unit rumah lainnya, yang dihuni 836 jiwa. Bahkan, 111 jiwa atau 34 Kepala Keluarga (KK) di antaranya kini sudah mengungsi di bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Talegong.
"Dan ada tujuh KK lainnya yang mengungsi ke rumah sudara mereka untuk menghindari longsor susulan yang lebih besar," ujar Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Jumat (4/12), dikutip
Kantor Berita RMOLJabar.
Longsir juga membut akses jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Caringin Garut-Pangalengan Bandung hingga saat ini masih tertutup material tanah.
"Untuk jalan provinsi hari ini diupayakan untuk dibersihkan menggunakan alat berat, apabila kondisi sudah aman," tambah Helmi.
Lanjut Helmi, hujan dengan intensitas tinggi kemarin juga memutuskan jalur transportasi Talegong-Selaawi akibat longsor yang terjadi di Daerah Bojong Haur, Desa Sukamulya.
"Titik kedua yang terkena longsor ini juga memutuskan total jalur transportasi," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: