Perwakilan buruh sopir tangki Pertamina Patra Niaga yang tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) masih bertahan di Taman Pandang depan Istana Negara, Jakarta, Senin (14/1) malam. Dalam aksinya, mereka kerap melakukan aksi kubur diri. Selain menginap di depan Istana, dengan tenda seadanya mereka juga pernah bermalam di depan kantor Kementerian BUMN.
ksi SP-AMT menyuarakan empat tuntutan: Pertama, bayarkan upah lembur yang belum dibayarkan sesuai nota sudinaker dan Kementerian Ketenagakerjaan dan upah proses selama di-PHK. Kedua, pekerjakan kembali 1.095 AMT yang di-PHK massal dan secara sepihak. Ketiga, angkat kami sebagai karyawan tetap di PT. Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa Petrofin, sesuai dengan nota sudinaker yang sudah disahkan oleh pengadilan; dan keempat, bayarkan hak pensiun bagi pekerja yang lanjut usia sesuai perundang undangan yang berlaku.
RMOL
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.