Aktivis sosial, Ray Rangkuti mengatakan, lanjut tidaknya evakuasi jenazah para korban KM Sinar Bangun sepenuhnya berada di tangan keluarga korban.
"Sebetulnya yang paling penting itu adalah keluarga korban. Apakah mereka punya kerelaan menerima fakta bahwa jenazah itu tidak diangkut oleh pemerintah dari dasar danau. Kalau mereka rela tentu saja orang-orang tidak dapat lagi melakukan kritik ke pemerintahan Pak Jokowi," kata Ray saat dihubungi.
Terkecuali, lanjut Ray, keluarga korban menolak dan menyatakan kekecewaan. "Kalau itu yang terjadi tentu kita patut mempertanyakan keengganan pemerintah dalam hal mengangkat jenazah," tuturnya lebih lanjut.
Ketika keluarga korban sudah ikhlas dihentikannya pencarian namun masih ada pihak yang menuntut supaya evakuasi tetap dilanjutkan, menurut Ray, kritikan tersebut menjadi tidak berdasar. "Kritikan itu jadi subyektif gitu loh. Obyektifnya itu keluarga menerima," katanya.
Ditanya kritikan Pigai lebih berdimensi politik lantaran tidak suka pemerintahan Jokowi, Ray enggan menjawab. "Ya itu ditanyakan Natalius-nya, bukan saya," tandasnya.
[wid]