PT Fortum Diwanti-wanti Serius Realisasikan ITF Sunter

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 20 Mei 2018, 13:47 WIB
PT Fortum Diwanti-wanti Serius Realisasikan ITF Sunter
Foto: Net
rmol news logo Pemprov DKI Jakarta telah resmi memulai pencanangan (site opening) pembangunan fasilitas pengolahan sampah dalam kota, Intermediate Treatment Facility (ITF) di lokasi bekas penampungan sampah (stasiun peralihan antara) Sunter, Jakarta Utara.

PT. Fortum Finlandia, dipilih sebagai pihak investor pemenang tender untuk membangun ITF Sunter. PT. Fortum dipercaya mengolah sampah Jakarta selama 25 tahun ke depan dengan imbalan berupa tipping fee sebesar Rp 500 ribu per ton sampah.

ITF Sunter yang akan dibangun Pemprov DKI Jakarta adalah fasilitas pengolahan sampah modern dengan menggunakan energi panas bertempratur tinggi (incinerator) untuk memusnahkan sampah yang direncanakan berkapasitas 2.200 ton per hari.

Energi panas dari proses pembakaran sampah tersebut rencananya akan dimanfaatkan menjadi listrik atau pembangkit listrik berbasis sampah (PLTSa) menghasilkan hingga 40 megawatt (MW).

Menanggapi rencana pencanangan pembangunan ITF Sunter, anggota komite yang juga Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto mengingatkan terpenting adalah pelibatan masyarakat dalam setiap proses tahapan perizinan pembangunan sampai dengan pengoperasian ITF Sunter.

Proses pembuatan analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal harus transparan disampaikan secara terbuka kepada publik dan masyarakat potensi terdampak, seperti menyangkut kesejahteraan, kesehatan dan keselamatan jiwa. serta tidak boleh ada yang ditutup-tutupi.

"Proses pembuatan analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal harus transparan disampaikan secara terbuka kepada publik. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi", ujar SGY, sapaan akrab Sugiyanto melalui siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (20/5).

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad yang juga anggota komite, menambahkan, pembangunan ITF Sunter yang direncanakan Pemprov DKI Jakarta harus benar-benar dapat diwujudkan.

Ia mewanti-wanti PT. Fortum sebagai investor agar tidak main-main dalam membangun dan mengoperasikan ITF Sunter. Sebab, jika gagal akan berimplikasi buruk pada pembangunan ITF yang direncanakan di tempat lain dan publik kehilangan kepercayaan.

Sementara Ketua Komite Pemantau Pembangunan ITF Ubaidillah menyampaikan fasilitas pengolahan sampah dalam kota atau ITF memang sudah harus ada sejak dulu, mengingat daya dukung lingkungan dan daya tampung TPA Bantargebang sudah kronis.

"Karena itu sampah harus dimusnahkan dan dimanfaatkan menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan," tutup Ubaidillah. [wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA