Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Jabar, Ferdiman Bariguna mengungkapkan, tantangan tersebut di antaranya pemilih tidak tahu terdaftar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) mana, pemilih tidak tahu alamat dan letak TPS.
Selain itu, pemilih tidak mengikuti sampai akhir penghitungan suara di TPS tapi ingin mengetahui hasilnya, dan pemilih ingin mengetahui hasil perolehan suara lebih awal.
"Aplikasi Sijalih (Sistem Informasi Jabar Memilih) bisa jadi satu solusi alternatif mengatasinya. Bisa memberi informasi banyak hal kepada pemilih, termasuk lokasi TPS dan hasil penghitungan suara," ungkap Ferdhiman dikutip dari
RMOLJabar, Sabtu (19/5).
Namun, Ferdiman juga mengingatkan potensi sengketa pada pilkada serentak nanti bisa saja terjadi di Jabar. Hal itu, kata dia, harus bisa diantisipasi sejak dini.
"Potensi itu di antaranya salinan C1 berbeda antara yang dipegang saksi dengan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) dan C1 plano, hilangnya C1 setelah penghitungan suara, serta kecurigaan terhadap mobilisasi pemilih pindahan dan pemilih tambahan," papar Ferdhiman.
[fiq]