RMOL. Wakil Ketua Dewan Syuro PKS, Hidayat Nurwahid menjelaskan alasan batal mengusung duet Dedy Mizwar-Akhmad Saikhu di Pilgub Jawa Barat 2018. HNW, demikian ia disapa, menyebut ada dinamika yang tidak terduga dan sudah bicarakan bersama Gerindra sebagai koalisi.
"Awalnya kan begitu (dukung Demiz-Saikhu) dengan Gerindra, itu kan semuanya berjalan. Sampailah kemudian terjadi dinamika yang luar biasa," ujar Hidayat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/12).
Hidayat menyebut dinamika tersebut tidak lain adalah masuknya Partai Demokrat yang turut mendukung Demiz-Saikhu. Hanya saja Partai Demokrat memberikan dukungan dengan syarat yang tidak bisa diterima PKS dan Gerindra.
"Demokrat masuk dan membuat keputusan sekaligus komitmen politik atau kontrak politik di mana disebutkan diantaranya adalah Demiz juga akan mendukung calon presiden yang diajukan Demokrat," jelasnya.
Menurutnya, syarat tersebut sama saja ingin mengikat PKS dan Gerindra dalam ambisi Demokrat. Selain itu, usulan tersebut belum pernah dibahas sebelumnya dan siapa capres itu juga tidak ada kejelasan siapa orangnya.
"Kemudian menjadi seolah-olah kami harus terikat dengan capres dan kami juga belum tahu siapa dia, itu kan jadi permasalahan," tukasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: