Negara Makmur Butuh Kecerdasan Otak, Kejernihan Hati dan Dzikir

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 17 Desember 2017, 04:05 WIB
rmol news logo Negara yang makmur dan sejahtera (baldatun thayyibatun) tak luput dari penegakan keamanan laut (Kamla). Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan Badan Kamla (Bakamla) untuk merealisaikan hal tersebut menurut Wakil Rais 'Aam PBNU KH Miftahul Akhyar.

"Kecerdasan otak dipadu dengan kejernihan hati. Pikir dipadu dengan dzikir. Ini penting untuk menegakkan Kamla. Sehingga tercipta baldatun thayyibatun," kata Miftah siaran persnya, Sabtu (16/12).

Hal itu disampaikan Miftah saat menghadiri hari jadi Bakamla ke-3 di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jakarta, Jumat (15/12).

Kiai Miftah juga menyambut baik peran dan sinergi santri maritim dengan Bakamla. Santri, lanjutnya, merupakan simbol penting dalam perjalanan bangsa.

"Dengan mellibatkan santri dalam kerja-kerja kemaritiman, merupakan langkah tepat. Karena sesuai dengan semangat kerja pikir dan kerja dzikir," tambah Miftah dalam acara yang bertema "Bakamla Bersinergi, Nusantara Aman Lestasi" itu.

Sementara itu, Kepala Bakamla, Laksamana Madya Ari Soedewo, menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu mensukseskan kerja-kerja Bakamla. Menurutnya, kesuksesan Bakamla tak lepas dari sinergi para stakeholder.

"Output dari kegiatan Bakamla adalah menegakkan hukum. Dan alhamdulillah selama dua tahun terakhir Bakamla telah menorehkan prestasi membanggakan," kata Ari.

Ari mencontohkan, Bakamla RI berhasil menindaklanjuti 53 perkara, hingga bulan Juni 2017. Artinya, 118 persen dari pencapaian target DIPA TA 2017 sebanyak 45 perkara.

Selain itu, Bakamla kini juga telah gencar menggelar diplomasi maritim aktif dalam kegiatan bilateral dan multilateral.

"Untuk mewujudkan keamanan laut yang efektif dan efisien, kami sekarang juga menggelar diplomasi maritim aktif dalam kegiatan bilateral dan multilateral," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopulhukam), Wiranto mengatakan bahwa, bagi Indonesia laut merupakan satu kekayaan strategis yang luar biasa.

"Laut merupakan kekayaan strategis kita. Bayangkan dua per tiga wilayah Indonesia itu laut. Laut Indonesia sangat kaya akan kekayaan hayati atau pun non hayati. Tentu saya menyambut baik adanya sinergis dari seluruh kekuatan keamanan untuk mengamankan laut kita," ucap Wiranto.

Selain Wiranto, dalam acara tersebut ikut hadir Menteri Desa PDTT, Kasum TNI, Kepala Lembaga Sandi Negara, Ketua Komisi I, perwakilan TNI dari semua Matra, hingga perwakilan Polri.

Termasuk para kiai dari Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW). Antara lain, KH Miftahul Akhyar selaku Dewan Pembina MDHW, KH RM Irfa'i Nahrawi (Dewan Khos MDHW), Musthofa Aqil Siroj (Ketua Umum MDHW), KH Hery Haryanto Azumi (Sekjen MDHW) dan sejumlah kiai dari daerah. [san]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA