Dapat Ancaman, Kebaktian Nasional Reformasi 500 Gereja Tuhan Dibatalkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 19 Oktober 2017, 22:56 WIB
rmol news logo Acara Kebaktian Nasional Reformasi 500 Gereja Tuhan akhirnya dibatalkan oleh Panitia Pusat demi menjaga ketentraman beragama di Indonesia. Acara tersebut rencananya akan diselenggarakan, 20 Oktober besok di Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Salah seorang panitia, Bunawan menjelaskan, di akhir persiapan ada sejumlah pihak yang mengancam agar acara tidak terlaksana.

”Seluruh persiapan Kebaktian sudah dikerjakan oleh panitia lokal sejak Mei lalu, baik rekomendasi dari Bimas Kristen DIY, dari Polsek dan Polres, serta Surat Pemberitahuan ke Polda DIY, demikian juga seluruh kewajiban dalam penyewaan Stadion Kridosono sudah terpenuhi,” ungkapnya.

Akan tetapi, menurutnya, penyewaan Stadion Kridosono lantas dibatalkan secara sepihak pada 12 Oktober 2017 atau delapan hari sebelum pelaksanaan. Dijelaskan, pihak stadion beralasan situasi DIY sedang tidak kondusif.

Selain itu, ada surat pernyataan keberatan yang ditujukan kepada Polda DIY. Pembatalan sepihak dikonfirmasikan kembali secara tertulis pada 7 Oktober 2017 setelah diadakan dialog sebelumnya.

”Kami sangat menyesalkan adanya kesimpulan berkenaan dengan situasi keamanan DIY yang diambil oleh bukan pihak berwajib dan menjadikannya alasan penolakan. Hal ini dapat mencoreng citra NKRI yang ramah dan toleran di dunia internasional, khususnya citra DI Yogyakarta,” tegas Bunawan.

Dia juga mengklarifikasi ihwal Stephen Tong. Selama 60 tahun lebih pelayanan, kata Bunawan, Stephen tidak pernah melakukan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) penyembuhan fisik seperti yang disebutkan dalam surat dari dua organsisasi masyarakat (ormas) beberapa waktu belakangan ini.

”Stephen Tong hanya melakukan KKR yang menekankan pertobatan sejati dari manusia berdosa kembali di dalam Tuhan Yesus Kristus kepada Allah Tritunggal. Hal ini terbukti beberapa tahun terakhir di DIY sendiri, seperti Kebaktian Pembaruan Iman Nasional (KPIN) yang diadakan di Stadion Kridosono pada tahun 2014 dan 2015, dan 139 kota lainnya di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Bunawan merasa sangat sedih dan kecewa atas keputusan pembatalan yang mengakibatkan ribuan umat Kristen di DIY dan sekitarnya tidak dapat menjalankan ibadah Peringatan 500 Tahun Reformasi Gereja Tuhan. Acara ini sejatinya merupakan rangkaian peringatan di 17 kota di seluruh Indonesia dan 22 kota lainnya di luar negeri.

”Kami sangat prihatin akan kondisi keberpihakan kepada kelompok intoleran dengan mengatasnamakan keamanan dan kedamaian di NKRI yang terus terjadi. Kiranya Tuhan memberkati perjuangan kita ke depan demi kemajuan NKRI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di dalam mempertahankan Indonesia yang toleran serta Bhinneka Tunggal Ika,” tandasnya. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA