Anggota Komisi X DPR RI, Marlinda Poernomo, angkat bicara soal semua permasalahan di perguruan tinggi, termasuk pencopotan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Dr Djaali karena kasus plagiarisme yang menyeret pejabat Sulawesi Tenggara, termasuk Gubernur Nur Alam yang kini jadi tahanan KPK.
Kata dia, jauh waktu sebelum kasus pencopotan Rektor UNJ terjadi, Komisi X DPR sudah meminta grand design atau roadmap perjalanan perguruan tinggi setiap melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Menteri Ristekdikti. Dari situ, pihaknya menyimpulkan bahwa kasus yang terjadi di UNJ sangat jamak.
"Kasus UNJ hanya puncak gunung es. Kemarin peristiwa ini banyak sekali, mungkin dari Sabang sampai Merauke kejadiannya sama, hampir semua," katanya dalam diskusi bertema "Tinggi-Rendah Kualitas Perguruan Tinggi Kita" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10).
Kasus plagiarisme tidak hanya terjadi pada politisi, tapi juga terjadi di bidang pekerjaan yang lain termasuk di bidang pendidikan seperti dosen.
"Mungkin dosen juga ditemukan menggunakan gelar-gelar palsu. Memang malah di birokrat memang banyak sekali," jelasnya.
Menurutnya, hal itu terjadi karena ijazah dibutuhkan untuk menempati jabatan tertentu di tempat kerja atau jabatan pemerintahan.
"Mereka harus mempunyai gelar. Jadi itu masih dijadikan sandaran bahwa semua orang berlomba-lomba mempunyai gelar untuk masa depannya," ucapnya.
[ald]