"Pada kesempatan peringatan tahun baru hijriah ini, saya mengajak umat Islam di Indonesia agar menggunakan momentum untuk melakukan evaluasi diri, refleksi. Dan melakukan langkah perubahan yang lebih besar pada tahun yang akan datang," ujarnya kepada wartawan di Jakarta.
Menurut Fadli, hijrahnya Nabi Muhammad SAW bersama kaum muslimin dari Mekah ke Madinah mengandung semangat transformasi sangat besar. Peristiwa itu merupakan titik balik dalam sejarah peradaban Islam. Hijrah menjadi momentum perubahan bagi umat Islam menuju bentuk kehidupan yang lebih damai, terhormat, dan bermartabat.
Sehingga, hijrah tidak dapat dimaknai hanya sebatas peristiwa perpindahan fisik dari suatu daerah ke daerah lain. Namun, hijrah adalah semangat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik di segala bidang, semangat untuk mengubah kehidupan, dan semangat untuk memperbaiki keadaan.
"Nilai-nilai inilah yang harus menjadi inspirasi bagi umat Islam di Indonesia," katanya.
Karena itu, meski Indonesia sudah merdeka, namun semangat hijrah, semangat perubahan tidak boleh berhenti. Semangat perubahan harus terus dinyalakan.
"Sebagaimana yang Al Quran sampaikan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Terlebih dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, semangat perubahan yang terkandung dalam peristiwa hijrah idealnya harus tetap menyala di Indonesia. Jangan sampai kita gagal meraih nilai-nilai hijrah," demikian Fadli.
[wah]