Mereka menuntut agar Komisi II DPR dapat memanggil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya untuk menyelesaikan sengketa lahan dengan PT. Pertiwi Lestari.
Sekitar pukul 12.30 WIB, perwakilan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Telukjambe Bersatu (STTB) diterima dan melakukan audiensi dengan anggota Komisi II DPR.
"Komisi II telah berjanji akan memanggil Menteri Agraria dan Menteri Kehutanan. Kami harapkan itu segera dikonkritkan," ujar aktivis STTB, Aris Wiyono saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta.
Aris mengaku para petani tidak akan meninggalkan Gedung Parlemen sampai Komisi II DPR beraudiensi dengan Menteri Sofyan Djalil dan Menteri Siti Nurbaya.
Sebanyak 250 petani yang rumahnya telah digusur dan kini menetap di Panti Asuhan Pemuda Muhammadiyah Jakarta, setelah selama berbulan-bulan sempat menginap di kantor pusat Lembaga Bantuan Hukum (LBH).
"Ini harus jadi tanggungjawab negara. Jangan seolah-olah ini seperti tanggung jawab Muhammadiyah,' pungkas Aris.
Diketahui, aktivis dan para petani Serikat Tani Telukjambe Bersatu (STTB) menetap di Jakarta untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah pusat, seperti ke Istana Presiden.
[rus]