Tingkatkan Pembangunan Dengan Dana Desa

Sabtu, 08 April 2017, 00:04 WIB
Tingkatkan Pembangunan Dengan Dana Desa
Net
rmol news logo Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menyambangi Kabupaten Pandeglang, Banten, guna menghadiri rapat bersama dengan 1.170 kepala desa terkait penyaluran program Dana Desa.

Pada kesempatan itu, Eko mengatakan bahwa anggaran Dana Desa dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Misalnya di tahun 2015, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 20,76 triliun. Sedangkan tahun 2016 alokasinya naik menjadi Rp 46,98 triliun dan di tahun ini menjadi Rp 60 triliun. Dana tersebut akan dibagi rata kepada 74.910 desa di seluruh Indonesia, sehingga setiap desa rata-rata mendapat jatah Rp 740 juta hingga Rp 890 juta.

"Program ini merupakan bentuk komitmen dari beliau (Presiden Joko Widodo) untuk membangun Indonesia di daerah. Beliau memberikan kewenangan untuk kepala desa untuk mengembangkan daerah sendiri," jelas Eko dalam keterangannya, Jumat (7/4).

Dia menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk Dana Desa tahun depan kembali naik menjadi Rp 120 triliun. Ada empat program utama yang harus dikejar dan direalisasikan masing-masing kades yaitu pembentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), embung desa, produk unggulan kawasan pedesaan, dan sarana olah raga di desa.

"Tahun ini dana tersebut akan dinaikkan lagi menjadi Rp 120 triliun, sehingga tiap desa akan mendapatkan alokasi dana Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar. Kita beruntung punya presiden yang perhatiannya terhadap desa sangat kuat," beber Eko.

Tahun lalu, Dana Desa yang digulirkan pemerintah sebesar Rp 46,98 triliun. Realisasi banyak digunakan untuk membangun infrastruktur, misalnya pembangunan jalan desa sepanjang 66.884 kilometer, jembatan 511,9 kilometer, 1.819 unit pasar desa, 12.596 irigasi, 3,133 polindes, 7.524 posyandu, 686 embung, 11.296 PAUD, dan 65.998 unit drainase.

Sementara itu, model bisnis yang dipakai adalah dengan sistem sewa kelola. Artinya, masyarakat bisa mengerjakan pekerjaan langsung dan mendapatkan pendapatan sehingga menciptakan konsumsi.

"Kita adalah bangsa yang besar, jadi ada satu hal yang kita lupa. Kita lakukan semuanya sendiri-sendiri, tidak terkonsolidasi sehingga tidak menghasilkan output yang besar," demikian Eko. [wah] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA