"Tol Trans Jawa targetnya selesai 2018, termasuk Semarang-Solo. Untuk Semarang-Solo, tanah pembebasan sudah beres 100 persen," kata Basuki di proyek tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (7/4).
Khusus untuk Bawen-Salatiga, pekerjaan yang paling berat adalah meratakan tumpukan tanah perbukitan agar bisa mencapai grade jalan raya. Tumpukan tanah setinggi 17 meter harus diratakan agar pembetonan jalan bisa dilakukan. Sekitar 250 ribu meter kubik tanah harus dipindahkan atau dikeruk dengan kecepatan 8.000 meter kubik per hari.
"Targetnya, 15 Mei ini sudah rata semua. Lebaran nanti mudah-mudahan bisa selesai disemen, walaupun belum rigid (beton keras). Sudah ada pagar, penerangan, agar bisa dilalui mobil," terang Basuki.
Ia memang menargetkan ruas tol Bawen-Salatiga bisa beroperasi fungsional untuk musim mudik Lebaran 2017. Kendala utama penyelesaian ruas tol ini adalah faktor cuaca yang menyulitkan pekerja untuk melakukan pengerukan
"Soal Lebaran, Jakarta-Semarang tembus. Dirjen (Bina Marga) sudah mengawasi terus, kita upayakan habis-habisan untuk bisa dipakai mudik," ucapnya.
Untuk memastikan kelancaran pembangunan tol Semarang-Solo, ia berjanji akan kembali meninjau awal Mei bulan depan untuk mengecek perkembangan pembangunan tol.
"Saya cek semua lagi awal Mei. Untuk Bawen-Salatiga, beroperasi penuh di akhir 2017. Tarifnya belum dihitung, kita uji kelayakan dulu jika rigidnya sudah selesai," terangnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: