Temu Sastrawan Asia Tenggara Bahas Puisi Denny JA

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 25 Maret 2017, 20:10 WIB
Temu Sastrawan Asia Tenggara Bahas Puisi Denny JA
RMOL
rmol news logo Sebanyak 24 buku puisi karya Denny JA akan dibahas secara khusus dalam Temu Sastrawan Asia Tenggara di Sabah, Malaysia pada 5 April mendatang.

Lima pembicara sudah menuliskan risetnya atas buku puisi Denny JA. Yaitu Jasni Matlani asal Malaysia yang merupakan penerima penghargaan SEA Write Award 2015, Dr Phaosan Jehwae dosen sastra asal Thailand, Prof. Dr Haji Brahim Bin Ampuan dosen sastra asal Brunei Darussalam. Dan dari Indonesia diwakili sastrawan Jamal D. Rahman yang juga penerima award sastra Majelis Sastra Asia Tenggara 2016 dan Narudin Pituin selaku kritikus sastra.

Makalah yang dibicarakan cukup serius dan sudah dibukukan bersama dengan makalah soal puisi Denny JA lain dalam buku berjudul Isu Sosial dalam Puisi: Temu Sastrawan Asia Tenggara soal 24 Buku Puisi Denny JA.

"Rasa prihatin atas situasi sosial yang ada lebih menyentuh jika disebarkan lewat puisi. Efeknya memang tidak massif dibandingkan jika rasa prihatin itu disiarkan dalam berita televisi. Namun melalui puisi efeknya lebih personal dan lebih dalam," jelas Denny JA merespon ajang temu sastrawan itu kepada redaksi, Sabtu (25/3).

Dia sendiri mengaku kaget dan gembira ketika diminta persetujuannya untuk membahas 24 buku puisi karangannya. Denny mengaku belum sempat tatap muka dengan Jasni Matlani dari Malaysia yang merupakan penggagas sekaligus ketua panitia temu sastrawan se-Asia Tenggara.

"Ruang publik kita saat ini memang terlalu banyak politik praktis dan kurang puisi. Akibatnya berita yang dominan di media umumnya soal petarungan kekuasaan atau skandal politisi. Politik semakin kurang puitis, kurang diwarnai gagasan," ujarnya.

Di samping akan terus memberitakan opini publik melalui survei, Denny JA juga akan terus menulis puisi ekspresi renungannya soal isu sosial. Jika ada momentum yang tepat, juga berniat mengekspresikan puisi-puisi karyanya ke dalam film layar lebar. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA