"Alhamdulillah ratusan ibu-ibu majelis dari 10 Majelis Taklim se Jakarta Timur mendukung penuh dan berjuang untuk menangkan Ahok-Djarot. Mereka pastikan tidak takut dengan intimidasi murahan," ungkap Ketua Forum Komunikasi Ulama dan Masyarakat (Forkum), Sholeh Marzuki di Majelis Ta'lim Darus Sakinah, Jakarta Timur, Rabu (22/3).
Acara ini juga dihadiri Wakil Katib Syuriyah NU DKI Jakarta Ustadz H. Taufik Damas, Lc, Ustadz Rohali, Ustadz Lora Rasidi, Ustadz Lora Yakub, bersama ratusan ibu-ibu majelis taklim dan relawan Badja.
Lebih lanjut, pria yang biasa disapa Gus Sholeh ini memastikan akan terus berjuang melakukan pengajian blusukan di kandang eks pendukung paslon 1 dan 3 untuk menjaring kantong suara dukungan memenangkan calon petahana.
"Umat muslim jangan takut di intimidasi. Pilihlah sesuai hati nurani, pilih yang sudah teruji. Kita doakan saja orang yang mengkafir-kafirkan dan menghina-hina segera diberikan hidayah Allah SWT. Ibu-ibu juga harus sabar," terang Gus Sholeh.
Oleh karenanya, dia selalu mengingatkan jangan karena perbedaan pilihan politik lantas menuding bahkan mengecapnya kafir. Di Indonesia situasinya berbeda dalam sistem pemerintahannya di Arab Saudi. Muslim dan non-muslim punya hak sama untuk jadi pemimpin.
"Semua orang punya hak yang sama, bebas memilih bahkan bebas juga jadi pemimpin. Jangan dipaksa-paksa apalagi menghalangi orang untuk menjadi pemimpin," katanya.
Gus Sholeh merasa perlu meluruskan fenomena yang terjadi saat ini karena pilkada DKI Jakarta dari putaran pertama dan kedua suhu politik kian memanas dan parahnya muncuk serangan dan caci maki yang menyeret SARA.
"Tentu bertentangan dengan agama kita. Islam tidak mengajarkan permusuhan dan kedengkian. Islam cinta damai, Kita menjunjung tinggi budaya dan adab. Tidak boleh merendahkan pihak lain untuk suatu kemenangan politik,†tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: