Sudah Seharusnya Jakarta Punya Ekosistem Musik Klasik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 05 Desember 2016, 08:15 WIB
rmol news logo . Sebagai Ibukota negara sekaligus bagian kota besar dunia yang senantiasa menjadi indikator berbagai aspek kemajuan global, Jakarta sudah sepatutnya memiliki ekosistem musik klasik atau orkestra.

Di samping dapat menunjukkan tingkat kemampuan kota Jakarta dalam menempatkan diri sejajar, dalam konteks peradaban dan bukan sekadar pembangunan, dengan kota-kota besar dunia lain, ekosistem tersebut juga berperan besar untuk mengangkat khazanah musik nusantara yang bhineka ke tataran global.

Demikian disampaikan Marketing Promo Dewan Kesenian Jakarta, Anggara Sudiarianta. Dengan dasar itu,  Dewan Kesenian Jakarta dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) merintis program Jakarta City Philharmonic, yang merupakan kelompok simponi orkestra untuk mengisi kelangkaan pertunjukan orkestra dan secara strategis bertujuan membangun ekosistem musik klasik di Jakarta.

"Program ini merupakan rintisan untuk melahirkan orkestra kota” yang mulai tahun depan direncanakan akan digelar rutin setiap bulan sebagai agenda wisata budaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Anggara dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 5/12).

Anggara menjelaskan, dua pertunjukan pertama tahun ini, 23 November dan 8 Desember 2016, dimaksudkan sebagai perkenalan kepada pecinta musik di Ibukota. Melalui kedua pertunjukan awal ini, DKJ dan Bekraf juga berhasrat merangkul perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN serta kelompok filantropi untuk bersama-sama mewujudkan keberlangsungan program ini di tahun-tahun mendatang. Sebagai sebuah agenda kota, program ini selayaknya diselenggarakan bersama oleh semua unsur pemerintah dan masyarakat.

"Jakarta City Philharmonic berfokus menampilkan repertoar-repertoar periode tahun 1850-sekarang, atau bisa dibilang era neoklasik hingga klasik kontemporer. Dalam setiap pertunjukan dipilih tema dari satu atau beberapa wilayah tertentu. Meskipun demikian, sebagai pembuka disajikan satu karya komponis Indonesia," demikian Anggara. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA