Saat menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, Anas mengungkapkan bahwa citra daerah Banyuwangi saat ini telah berubah. Jika dahulu dikenal sebagai wilayah klenik atau praktik perdukunan, sekarang Banyuwangi sangat rapi dan menerima kunjungan banyak turis karena ragam pagelaran budaya digelar setiap tahunnya.
"Citra Banyuwangi diubah, dulu klenik, dukun, Banyuwangi hanya tempat persinggahan sebelum ke Bali. Saat ini Banyuwangi telah berinovasi dan berubah. Ditandai 53
event setiap tahunnya," kata Anas di hadapan Menko Rizal, di Banyuwangi, Sabtu, (9/4).
Anas menuturkan, karena Banyuwangi hanya berjarak 7 jam dari ibukota Jawa Timur, Surabaya, maka pihaknya memikirkan banyak inovasi untuk diterapkan. Untuk tahun ini saja, ada 53 festival yang digelar di Banyuwangi.
"Kami mendapat penghargaan dari WTO. Untuk inovasi kebijakan publik sektor pariwisata, mengalahkan Puerto Rico," ungkap Anas.
Sementara, festival kuliner Sego Cawuk yang dihadiri langsung oleh Menko Rizal merupakan yang ke-4 kalinya digelar secara beruntun setiap tahunnya.
"Tujuannya untuk meningkatkan kualitas makanan, mendorong bakul-bakul agar bersih, taplak yang dulu kumuh, kotor, harus diubah. Harus diedukasi bahwa kuliner enak, tempat jualannya juga harus bersih," jelas Anas.
[ald]
BERITA TERKAIT: