Analis Stasiun Pos Pemantau BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan curah hujan dipengaruhi fenomena badai La Nina. Sedangkan Januari lalu, muncul badai Vince di daerah bertekanan rendah sehingga berpengaruh pada penurunan curah hujan.
Teguh mengatakan, akibat badai Vince curah hujan bulan Januari lalu lebih rendah dari prakiraan. Diprakirakan, Januari lalu hujan mencapai 400-500 milimeter. Namun secara kumulatif curah hujan yang terpantau hanya mencapai 210,1 milimeter akibat munculnya Vince dan daerah bertekanan rendah.
"Pekan ini juga muncul daerah bertekanan rendah di Samudera Hindia di barat daya Sumatera sehingga diprakirakan akan mempengaruhi cuaca," kata Teguh di Cilacap (Jumat, 4/2).
Menurut Teguh, daerah bertekanan rendah ini memunculkan potensi peningkatan kecepatan angin. Namun, daerah bertekanan 1002 milibar ini belum mempengaruhi tinggi gelombang. Secara umum, lanjut Teguh, perairan samudera selatan masih aman dengan tinggi gelombang berkisar 1-2.5 meter. Teguh juga menambahkan, secara umum kondisi cuaca Jawa Tengah bagian selatan dan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam beberapa hari ke depan berawan. Hujan ringan hingga lebat disertai petir pada sore hingga pagi hari berpotensi muncul di kawasan ini.
[yan]
BERITA TERKAIT: