Kamis, 02 April 2026, 01:59 WIB
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah dengan mendorong kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
Hal itu ia sampaikan agar rakyat Indonesia melakukan penghematan BBM.
“Karena kalau BBM murah, orang akan bepergian seenaknya, orang memakai seenaknya, akibatnya kita mengalami kemacetan di mana-mana akibat orang pemakaian dengan murah,” kata JK dikutip dalam video yang beredar di media sosial, Rabu malam, 1 April 2026.
Alasan lain dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 mendorong perlunya harga BBM naik yaitu terkait naiknya harga minyak mentah dunia yang kini suda dipatok 100 Dolar AS per barel.
Jika tidak dinaikan, JK memprediksi APBN akan terus babak belur akibat beban subsidi.
“Dengan menaikan harganya, maka subsidi kita berkurang, sehingga fiskal kita tidak terbebani terlalu besar,” pungkas JK.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.