Sabtu, 28 Maret 2026, 12:53 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di forum Future Investment Initiative, Miami pada Jumat, 27 Maret 2026. (Foto: AFP)
RMOL. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah menyebut Selat Hormuz dengan istilah “Selat Trump” pada Jumat 27 Maret 2026 waktu setempat.
Dalam pidatonya di forum Future Investment Initiative di Miami, Trump sempat berkelakar saat menyinggung jalur pelayaran minyak paling vital di dunia itu.
“Iran harus membuka Selat Trump, maksud saya, Hormuz,” ujarnya yang langsung disambut tawa.
Mengutip CNBC pada Sabtu, 28 Maret 2026, Trump kemudian berpura-pura meminta maaf dalam pidato tersebut.
“Maafkan saya. Kesalahan yang mengerikan,” katanya.
Lebih lanjut, Trump bahkan menyindir media akan segera membuat “berita palsu” dengan menganggap pernyataannya sebagai kekeliruan.
Adapun pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, yang menjadi titik krusial dalam konflik antara AS dan Iran. Jalur ini diketahui mengalirkan sekitar 20 juta barel minyak per hari, sehingga setiap gangguan berdampak langsung pada pasokan dan harga energi global.
Trump sebelumnya juga mengungkap kemungkinan pengelolaan bersama selat tersebut dengan Iran, bahkan menyebut keterlibatannya dengan Pemimpin Tinggi Iran sebagai bagian dari skenario penyelesaian konflik.
Di sisi lain, ia mengklaim Iran tengah “memohon” untuk bernegosiasi dengan AS, namun klaim tersebut langsung dibantah oleh Teheran yang menegaskan tidak ada pembicaraan dengan Trump.
Sebelumnya, laporan New York Post menyebut Trump juga mempertimbangkan opsi mengambil alih kendali selat tersebut dan mengganti namanya menjadi “Selat Trump” atau “Selat Amerika”, mirip dengan gagasan sebelumnya untuk mengubah nama Teluk Meksiko.
Hal serupa juga pernah ia tunjukkan dalam unggahan di Truth Social, saat menyebut John F. Kennedy Center for the Performing Arts dengan nama dirinya sendiri. Bahkan, pada Desember lalu, Gedung Putih mengumumkan rencana perubahan nama lembaga seni tersebut menjadi “Trump-Kennedy Center”.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.