Senin, 12 Januari 2026, 16:41 WIB
Jet Tempur KF-21. (Foto: Korea Aero)
RMOL. Indonesia akan segera memulai negosiasi lanjutan dengan Korea Selatan untuk membeli 16 unit jet tempur KF-21 Block-2.
Negosiasi ini dalam rangka melanjutkan pembicaraan awal yang sebelumnya sempat disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu, 1 November 2025.
Melansir Global e-News, keputusan Indonesia didorong oleh meningkatnya minat Filipina terhadap KF-21, yang berpotensi membuat Jakarta tertinggal dalam antrean produksi.
Meski masih menghadapi kendala pemenuhan porsi pembiayaan pengembangan, Indonesia disebut memilih pendekatan pembelian versi pesawat yang sudah ada guna mengamankan prioritas produksi.
Negosiasi ini juga dipandang sebagai bagian dari agenda modernisasi TNI Angkatan Udara, setelah Indonesia lebih dulu mengakuisisi jet tempur Rafale.
Selain memperkuat kemampuan pertahanan udara, langkah tersebut bertujuan menjaga kesinambungan kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan.
KF-21 Block-2 merupakan pengembangan lanjutan dari Block-1 yang saat ini dipasok ke Angkatan Udara Korea Selatan.
Berbeda dengan Block-1 yang berfokus pada misi udara ke udara, Block-2 dirancang sebagai pesawat multiperan dengan kemampuan serangan darat, dilengkapi peningkatan radar serta sistem peperangan elektronik.
Korea Selatan sendiri telah meneken kontrak produksi KF-21 senilai 1,4 miliar Dolar AS pada Juni 2024, dengan target produksi 40 unit pada 2028 dan 120 unit pada 2032, sementara Indonesia berupaya memastikan posisinya tetap terjaga dalam pengembangan jangka panjang pesawat tersebut.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.