Kamis, 08 Januari 2026, 09:21 WIB
Wilayah Greenland (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Reuters)
RMOL. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio dijadwalkan bertemu dengan pejabat Denmark dan Greenland pada pekan depan, di tengah kembali mencuatnya wacana AS untuk mengakuisisi Greenland.
Dalam sebuah pengarahan tertutup kepada anggota parlemen di Capitol Hill pada Rabu, 7 Januari 2026, Rubio menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump lebih memilih membeli Greenland dibandingkan merebutnya dengan kekuatan militer. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal.
“Kami berniat untuk pada akhirnya membeli Greenland, bukan mengambilnya dengan kekerasan,” kata Rubio dalam pengarahan tersebut, menurut sumber yang mengetahui pernyataannya, seperti dikutip dari
France24, Kamis 8 Januari 2026.
Rubio menegaskan kepada wartawan bahwa keinginan Trump untuk mengakuisisi Greenland bukanlah hal baru. Menurutnya, gagasan itu sudah lama ada sejak awal masa kepresidenan Trump. “Itu selalu menjadi niat presiden sejak awal. Dia bukan presiden AS pertama yang mempertimbangkan bagaimana Amerika Serikat bisa mengakuisisi Greenland,” ujarnya.
Namun, Rubio menolak menjawab secara tegas ketika ditanya apakah pemerintahan Trump bersedia mempertaruhkan hubungan dengan NATO jika opsi militer dipertimbangkan.
“Saya tidak di sini untuk membahas intervensi militer. Saya akan bertemu dengan mereka minggu depan dan membicarakannya saat itu,” kata Rubio. Ia menambahkan bahwa setiap presiden AS tetap memiliki hak untuk menggunakan kekuatan militer jika dianggap perlu demi melindungi keamanan nasional.
Saat ini, AS sudah memiliki kehadiran militer terbatas di Greenland melalui Pangkalan Luar Angkasa Pituffik di wilayah barat laut pulau tersebut. Fasilitas ini dapat dimobilisasi jika situasi keamanan mengalami peningkatan.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.