Pengunduran diri Pena terjadi di tengah meningkatnya tekanan politik. Pihak oposisi telah menggelar sidang khusus di Kongres untuk memulai proses pemakzulan, sementara gelombang demonstrasi menuntut agar presiden bertanggung jawab atas krisis tersebut.
Dalam pidato yang direkam dan disiarkan pemerintah, Peña mengatakan keputusannya diambil demi menjaga stabilitas negara.
"Saya melakukan ini dengan mempertimbangkan stabilitas negara kita, perdamaian sosial, dan kebutuhan untuk melestarikan lembaga-lembaga demokrasi kita," ujarnya, dikutip dari Al-Jazeera, Jumat, 6 November 2026.
Tekanan terhadap Pena semakin besar setelah anggota partainya sendiri yang berhaluan konservatif menarik dukungan. Presiden yang dikenal sebagai sekutu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu juga menghadapi tuduhan dari anggota parlemen terkait konflik kepentingan, penyalahgunaan dana pensiun, serta dugaan upaya menutupi masalah keuangan Ueno.
Krisis Ueno bermula setelah bank sentral Paraguay turun tangan karena perusahaan tersebut dinilai melanggar ketentuan minimum solvabilitas atau kemampuan memenuhi kewajiban keuangannya. Masalah ini berdampak pada sekitar 3 juta nasabah, dari total populasi Paraguay yang mencapai 6,5 juta jiwa.
Ueno sebelumnya berkembang pesat dari perusahaan teknologi finansial (fintech) menjadi bank kelas menengah dengan dana publik yang dikelola hampir 850 juta Dolar AS.
Dalam pidato pengunduran dirinya, Pena juga menyoroti pentingnya perlindungan dana nasabah.
"Harapan terbesar saya adalah agar pengembalian dana tersebut dijamin, agar dana jaminan deposito memenuhi tujuannya, dan agar dana publik serta sumber daya yang menjadi hak seluruh warga Paraguay dilindungi," ujarnya.
Wakil Presiden Pedro Alliana akan menggantikan Pena. Sementara itu, Ueno belum memberikan pernyataan publik terkait krisis yang membuat jutaan nasabah kehilangan akses terhadap rekening mereka.
BERITA TERKAIT: