Langkah restrukturisasi ini menjadi pemangkasan staf terbesar yang dilakukan perusahaan sejak 2022.
Berdasarkan memo internal yang dirilis oleh Co-CEO Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, divisi yang paling terdampak oleh kebijakan efisiensi ini meliputi tim produk, teknologi, hukum, dan sumber daya manusia (SDM).
Sebelum pengumuman ini, Ted Sarandos sempat memberikan gambaran mengenai kondisi internal perusahaan dalam ajang Bloomberg Screentime summit pada 30 September lalu. Ia secara terbuka menyatakan bahwa laju pertumbuhan perusahaan belum mencapai target idealnya.
"Secara keseluruhan, kami tidak tumbuh secepat yang saya inginkan, dan kami sedang berupaya membuat pergerakan itu lebih cepat," ujar Sarandos.
Meskipun dihadapkan pada tantangan pertumbuhan waktu tonton (viewing time) yang sempat mendatar dalam beberapa bulan terakhir, para pimpinan menegaskan bahwa fondasi bisnis Netflix tetap kokoh. Dalam memo resmi kepada para staf, Sarandos dan Peters menuliskan.
"Misi kami untuk menghibur dunia sangat ambisius, dan untuk mewujudkannya, kami harus disiplin dalam memprioritaskan orang dan sumber daya kami. Bisnis kami kuat dan terus berkembang, serta kami tetap berada di jalur yang tepat untuk memenuhi proyeksi setahun penuh," jelas keterangan Netflix.
Mereka juga menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi secara agresif pada sektor-sektor berdampak tinggi, termasuk pengembangan area periklanan yang kini menjadi salah satu motor pertumbuhan utama.
Langkah strategis ini diharapkan dapat terus menjaga nilai tambah bagi para anggota, mitra, karyawan, dan investor.
Kebijakan penataan ulang ini diumumkan tepat menjelang rilis laporan keuangan kuartal ketiga (Q3) Netflix yang dijadwalkan pada pekan depan, di mana perusahaan diproyeksikan akan memaparkan rincian lebih lanjut mengenai arah bisnis mereka ke depan.
BERITA TERKAIT: