Cerita di episode kedua ini semakin intens ketika Gye Su-jeong harus berhadapan langsung dengan berbagai konflik pelik di GUMC, mulai dari persaingan ketat antar dokter hingga meja operasi berisiko tinggi yang menguji batas kemampuannya.
Episode ini dibuka dengan situasi menegangkan saat Su-jeong terbangun dari mimpi buruk mengenai peristiwa kebakaran di luar gedung White Wings Medical Corps.
Di tempat lain, pihak rumah sakit tengah sibuk mempersiapkan prosedur medis untuk Park Gwang-cheol, seorang donatur VIP yang sedang disorot akibat masalah penunggakan gaji para pekerjanya.
Di tengah persiapan tersebut, alur cerita berputar ketika Su-jeong tak sengaja bertemu dengan Lee Ju-hui, seorang gadis remaja yang mendadak pingsan.
Menunjukkan insting kemanusiaannya, Su-jeong langsung membawa Ju-hui ke pusat medis dan memprioritaskan keselamatannya, bahkan di atas pasien VIP Gwang-cheol yang sedang berada di kursi roda. Keputusan ini kontan memicu gesekan di antara para staf medis.
Konflik kian meruncing ketika kondisi kesehatan Ju-hui menuntut tindakan darurat, sementara Gwang-cheol menuntut agar operasinya didahulukan.
Dengan pendekatan penuh empati, Su-jeong berusaha menenangkan Ju-hui yang sempat putus asa dan menolak dioperasi karena merasa lelah dengan penyakitnya serta tidak ingin membebani bibi dan ibunya.
Di sisi lain, keraguan besar muncul dari benak Su-jeong terhadap kemampuan Dr. Do Yun-sik dalam menangani kasus kompleks Gwang-cheol. Menghadapi situasi pelik ini, Direktur Bu Seung-gwon mengambil keputusan tegas dengan membagi tugas: dua operasi besar harus dilakukan secara bersamaan, di mana Su-jeong memegang penanganan Ju-hui dan Dr. Do mengoperasi Gwang-cheol.
Puncak ketegangan terjadi saat kedua ruang operasi berlangsung serentak. Di tengah jalan, Dr. Do mendapati bahwa sel kanker Gwang-cheol telah menyebar secara tidak biasa dan berniat menghentikan tindakan medis tersebut begitu saja.
Melihat situasi yang genting, Direktur Bu meminta bantuan langsung kepada Su-jeong. Mengabaikan peringatan Tae-kyeong, Su-jeong mengambil alih operasi Gwang-cheol dengan menerapkan teknik berisiko tinggi, sementara Dr. Bae Heung-gon mengambil alih penanganan Ju-hui.
Berkat ketenangan dan keahlian luar biasa, Su-jeong sukses merampungkan prosedur medis bagi kedua pasien tersebut. Keberhasilan ini sontak membuat para dokter lain terperangah sekaligus diliputi rasa curiga terhadap metode tak biasa yang digunakannya.
Selepas operasi, teguran keras dilayangkan kepada Dr. Do karena hampir menyerah menangani Gwang-cheol. Namun, kemenangan Su-jeong justru menyisakan teka-teki gelap yang misterius. Dr. Bae dan Sung-gyu menemukan fakta mengejutkan bahwa teknik operasi tingkat tinggi yang diterapkan Su-jeong ternyata identik dengan metode yang pernah digunakan pada seorang pasien di White Wings Medical Corps — pasien yang tragisnya meninggal dunia dua bulan kemudian.
Lebih mencurigakan lagi, rekam jejak medis tersebut tercatat atas nama sang legenda misterius, Doctor X.
Episode ditutup dengan teguran Direktur Bu kepada Su-jeong akibat sikap percaya dirinya yang seolah merasa tidak pernah gagal. Adegan ini meninggalkan tanda tanya besar di benak penonton tentang sejauh mana batas kemampuan sejati Su-jeong dan rahasia kelam apa yang sebenarnya disembunyikan di balik sosok Doctor X.
BERITA TERKAIT: