Rusia: Barat Tidak Boleh Meremehkan Kemungkinan Perang Nuklir di Ukraina

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Selasa, 26 April 2022, 12:25 WIB
Rusia: Barat Tidak Boleh Meremehkan Kemungkinan Perang Nuklir di Ukraina
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov/Net
rmol news logo Barat tidak boleh meremehkan risiko konflik nuklir di Ukraina. Terlebih banyak negara Barat memasok Kyiv dengan persenjataan.

Begitu peringatan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam wawancara dengan televisi pemerintah yang dikutip Reuters, Senin (25/4).

Lavrov mengatakan, inti dari setiap kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Ukraina akan sangat bergantung pada situasi militer di lapangan.

Rusia sendiri, lanjutnya, telah melakukan banyak hal untuk mencegah perang nuklir dengan segala cara.

"Ini adalah posisi kunci kami di mana kami mendasarkan segalanya. Risikonya sekarang cukup besar," kata Lavrov.

"Saya tidak ingin meningkatkan risiko itu secara artifisial. Banyak yang menyukai itu. Bahayanya serius, nyata. Dan kita tidak boleh meremehkannya," tambahnya.

Menurut Lavrov, saat ini AS telah menghentikan semua kontak sehingga sulit melakukan dialog. Di sisi lain, Washington justru mengirim senjata canggihnya ke Ukraina, yang merupakan tindakan provokatif.

"Senjata-senjata ini akan menjadi target yang sah bagi militer Rusia yang bertindak dalam konteks operasi khusus," ucap Lavrov.

Rusia meluncurkan apa yang mereka sebut sebagai "operasi militer khusus" ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Itu menjadi serangan terbesar di negara Eropa sejak 1945, yang menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA