Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (25/2), kepresidenan Suriah menyebut Assad telah menelepon Putin.
Selama panggilan itu, Assad menggambarkan serangan Rusia terhadap Ukraina sebagai "koreksi sejarah".
"Yang Mulia (Assad) menekankan bahwa Suriah mendukung Federasi Rusia berdasarkan keyakinannya akan kebenaran posisinya," kata pernyataan tersebut, seperti dikutip
Reuters.
Pada Kamis (24/2), Putin telah mengumumkan operasi militer khusus terhadap Ukraina setelah ia memberikan pengakuan terhadap Donetsk dan Luhansk.
Pada Jumat, pasukan Rusia dilaporkan telah mencapai pinggiran ibukota Ukraina, Kiev.
Selama hari pertama invasi, serangan Rusia dilaporkan sudah menewaskan 137 orang Ukraina, dengan ratusan lainnya terluka. Sementara ribuan orang berusaha meninggalkan Ukraina dan mencari perlindungan di negara tetangga seperti Polandia, Rumania, hingga Slovenia.
Suriah telah menjadi sekutu setia Moskow sejak Rusia meluncurkan kampanye militer di Suriah pada 2015 dengan mendukung Assad.
BERITA TERKAIT: