Komisi Pemilihan Pusat Transnistria (CEC) dalam rilisnya mengungkapkan, urutan kedua ditempati oleh anggota parlemen dari legislatif distrik Grigoriopol, Sergey Pynzar, dengan 11,8 persen.
"Sebanyak 8,8 persen suara dinyatakan tidak sah, dari keseluruhan jumlah pemilih yang tercatat yaitu 143.054 orang," isi pernyataan CEC.
Sebelumnya, pemerintah Moldova meminta mitra asing untuk tidak mengirim pengamat ke pemilihan di Transnistria, dengan mengatakan bahwa pemilihan ini merupakan ancaman bagi kedaulatan dan integritas wilayah Moldova.
Hanya pengamat Rusia, termasuk wakil dari Duma Rusia, yang hadir untuk memantau pemilihan di wilayah yang memisahkan diri itu.
Lebih dari 35 persen warga yang memiliki hak pilih berpartisipasi dalam pemilihan presiden republik Transnistria. CEC yang menjanjikan akan merilis hasil sementara pada Senin pagi ternyata baru mengumumkannya siang menjelang sore.
Situs web CEC menunjukkan bahwa pengamat internasional menyatakan pemilihan berjalan baik dan demokratis.
Transnistria untuk pertama kali menyelenggarakan pemilihan presiden yang berlangsung hampir tanpa alternatif. Disebut-sebut bahwa otoritas lokal melakukan segalanya untuk mencegah perwakilan oposisi berpartisipasi dalam pemilihan.
Banyak yang mengatakan, Vadim Krasnoselsky sesungguhnya bukan sosok yang tepat di mata masyarakat Transnistria.