WSJ: AS Berhasil Hentikan Pembangunan Fasilitas Militer Rahasia China di Pelabuhan UEA

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Minggu, 21 November 2021, 16:50 WIB
WSJ: AS Berhasil Hentikan Pembangunan Fasilitas Militer Rahasia China di Pelabuhan UEA
Ilustrasi/Net
rmol news logo Amerika Serikat (AS), di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden, telah berhasil menghentikan pembangunan fasilitas militer rahasia China di salah satu pelabuhan Uni Emirat Arab (UEA).

Dari laporan The Wall Street Journal (WSJ), proyek tersebut berada di sebuah pelabuhan di dekat Abu Dhabi. Proyek tersebut diketahui oleh badan-badan intelijen di Washington.

Setelah mengetahui proyek tersebut, pejabat AS melakukan kunjungan ke UEA untuk memperingatkan mereka bahwa kehadiran militer China di negaranya dapat mengancam hubungan Abu Dhabi dan Washington.

Setelah beberapa putaran pertemuan dan kunjungan, upaya pemerintahan Biden itu dilaporkan berhasil.

"Terakhir kami periksa, kami berhasil meyakinkan Emirat untuk menutup proyek tersebut," kata salah satu sumber yang akrab dengan intelijen, seperti dikutip CNN.

Meskipun proyek itu digambarkan sebagai murni komersial, intelijen AS telah mengamati kapal-kapal yang menyamar sebagai kapal komersial yang diakui oleh para pejabat sebagai jenis yang biasanya digunakan oleh militer China untuk pengumpulan sinyal intelijen yang memasuki pelabuhan.

Dalam sebuah pernyataan, jurubicara Kedutaan Besar UEA di Washington mengatakan bahwa UEA tidak pernah memiliki kesepakatan, rencana, pembicaraan, atau niat untuk menjadi tuan rumah pangkalan militer atau pos terdepan dalam bentuk apa pun.

Perkembangan ini terjadi ketika Beijing telah berusaha untuk mengembangkan pelabuhan komersial di pos-pos di seluruh dunia dalam apa yang para ahli yakini sebagai upaya yang jelas untuk meningkatkan pijakan militernya.

China sendiri telah mengembangkan pelabuhan komersial di Pakistan dan Sri Lanka dan pangkalan militer luar negeri pertamanya di Djibouti. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA