Pada Minggu (21/11), Australia dan Singapura secara resmi memulai aturan gelembung perjalanan. Pelancong yang telah divaksinasi penuh dari Singapura diizinkan masuk ke Melbourne atau Sydney tanpa perlu dikarantina.
Kepala Eksekutif Universitas Australia yang mewakili 39 universitas, Catriona Jackson mengatakan penerbangan dari Singapura membawa siswa internasional pertama memasuki Australia sejak sejumlah kecil kembali pada November tahun lalu.
"Kami memahami jumlah awal ini kecil, tetapi itu adalah sinyal yang jelas dari niat untuk memungkinkan lebih banyak siswa kembali ke kelas dan komunitas kami segera," kata Jackson, seperti dikutip
Reuters.
Ia menambahkan, masih ada sekitar 130 ribu siswa internasional yang tersisa di luar Australia.
Sebelum pandemi, siswa internasional merupakan 21 persen dari siswa pendidikan tinggi Australia, dibandingkan dengan rata-rata 6 persen di seluruh negara yang menjadi anggota Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Namun penutupan perbatasan, bersama dengan penguncian cepat, tindakan kesehatan yang ketat, dan kepatuhan publik terhadap aturan, telah menjadikan Australia salah satu negara paling sukses dalam mengelola pandemi.
Terlepas dari wabah Delta yang menyebabkan penguncian berbulan-bulan di Sydney dan Melbourne, Australia hanya memiliki sekitar 760 kasus yang dikonfirmasi dan 7,5 kematian per 100 ribu orang.
Pada Minggu, ada 1.460 infeksi baru di seluruh Australia, sebagian besar di negara bagian Victoria, di mana Melbourne adalah ibukotanya. Enam orang lagi tewas.
Sebuah cluster di Northern Territory bertambah menjadi 31 kasus setelah sembilan infeksi dilaporkan di beberapa komunitas terpencil di Territory.
Pada Sabtu, 85 persen warga Australia yang memenuhi syarat di atas usia 16 tahun telah divaksinasi penuh.
BERITA TERKAIT: