Kapal patroli tersebut berangkat dari Baltimore menuju pelabuhan Odessa di Ukraina pada 8 November. Kemudian pada Sabtu (20/11),
Reuters melaporkan kapal tersebut transit di Selat Dardanelles.
Para pelaut Ukraina telah menjalani pelatihan ekstensif di kapal-kapal tersebut. Ukraina juga mendapat dua kapal serupa pada 2019.
Kedua kapal baru itu adalah bagian dari paket keamanan ke Ukraina senilai lebih dari 2,5 miliar dolar AS sejak 2014, ketika Rusia mencaplok Semenanjung Krimea dan separatis yang didukung Rusia merebut petak Ukraina timur.
Amerika Serikat, Ukraina dan NATO menuduh Rusia mengancam perilaku terhadap Kyiv dalam beberapa pekan terakhir. Mereka menuduh Rusia telah membangun pasukannya di dekat Ukraina dengan cara yang tidak biasa.
Rusia mengatakan memiliki hak untuk memindahkan pasukannya ke mana pun yang diinginkannya di wilayahnya sendiri dan tidak berencana untuk menyerang siapa pun.
Pada September, Kremlin mengatakan NATO akan melewati garis merah jika Rusia memperluas infrastruktur militernya di Ukraina.
Kyiv kehilangan sebagian besar kekuatan angkatan lautnya di Laut Hitam setelah aneksasi Krimea ketika Rusia merebut sebagian besar angkatan lautnya. Sejak itu telah mencoba untuk membangun kembali angkatan lautnya dengan bantuan negara-negara NATO.
BERITA TERKAIT: