Jessica Barraza, 38 tahun, mengajukan gugatannya ke pengadilan negara bagian di Oakland, mengatakan bahwa dia menghadapai 'kondisi mengerikan' selama bertahun-tahun saat bekerja shift malam.
Ia pernah mengadukan hal itu kepada pimpinan terkait tetapi tidak ada langkah yang diambil. Merasa tidak mendapat tanggapan, Jessica akhirnya memutuskan untuk membawa kasus tersebut ke jalur hukum.
Berbicara kepada
Washington Post, Jessica mengisahkan apa yang dialaminya saat bekerja untuk pabrik mobil yang terletak di area Teluk San Francisco itu.
Para karyawan laki-laki sering mengeluarkan berkata-kata vulgar yang membuatnya risih, seperti, 'tubuhmu seperti botol Coke' atau 'Body aduhai' dan 'bokong yang penuh. Ucapan-ucapan itu dilontarkan sambil menatapi setiap inci bagian tubuhnya.
Bukan hanya secara verbal, kadang pelecehan itu dilakukan juga dengan tindakan. Pada akhir September lalu misalnya, seorang karyawan pria menyelinap di belakangnya dan menempelkan tubuhnya.
Bagian HRD telah diberi tahu soal itu, tapi tidak tindak lanjut.
Setelah tiga tahun yang berat, akhirnya Jessica memutuskan untuk mengajukan gugatan di Pengadilan Tinggi California di Alameda County.
Washington Post melaporkan, gugatan yang diajukan Jessica menggambarkan betapa pelecehan seksual telah merajalela di Tesla.
Ini bukan kali pertama perusahaan otomotif milik miliarder Elon Musk itu diadukan karena perbuatan tidak menyenangkan. Sebelumnya, pernah ada pelaporan tindakan penganiayaan antara karyawan dan tindakan rasis.
Barraza saat ini tengah mengambil cuti berobat setelah dokter mendiagnosisnya dengan gangguan stres pasca-trauma.