Hal itu disampaikan oleh Presiden AS Joe Biden kepada Presiden China Xi Jinping ketika melakukan pertemuan virtual pada Senin (15/11) waktu setempat.
Itu merupakan pertemuan virtual ketiga antara Biden dan Xi sejak pengangkatan presiden AS pada Januari lalu. Namun hingga saat ini keduanya belum pernah bertemu secara langsung sebagai dua kepala negara.
Dari laporan
CCTV, Gedung Putih mengatakan Biden menyoroti ketegangan di Selat Taiwan.
"Presiden Biden menggarisbawahi bahwa AS tetap berkomitmen pada kebijakan 'satu China', yang dipandu oleh UU Hubungan Taiwan, tiga Komunike Bersama, dan Enam Jaminan, serta bahwa AS sangat menentang upaya sepihak untuk mengubah status quo atau merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," lapor
CCTV.
Biden menambahkan, AS tidak bertujuan untuk mengubah sistem China atau memasuki konflik dengan Beijing.
Sementara itu, Xi menyebut, baik China maupun AS, memikul tanggung jawab dan bekerja untuk perdamaian dan pembangunan dunia. Untuk itu, penting bagi kedua negara memajukan hubungan yang baik, damai, dan stabil.
"Kami sabar dan bersedia melakukan yang terbaik untuk berjuang demi prospek reunifikasi damai dengan ketulusan sepenuhnya," kata Xi.
BERITA TERKAIT: