Afghanistan telah menjadi isu terbaru yang diperdebatkan oleh Taiwan dan China. Media China yag didukung pemerintah Beijing bahkan menghubung-hubungkan kejatuhan Taliban dengan nasib Taiwan di masa depan yang mungkin akan serupa Afghanistan jika terjadi perang dengan China, ditinggalkan Washington.
Mereka juga mengatakan nasib Kabul menunjukkan Taiwan tidak dapat mempercayai Amerika Serikat.
Menulis di Twitter sebagai tanggapan atas Departemen Luar Negeri AS yang mengulangi seruan agar China berhenti menekan pulau itu, Wu menyatakan terima kasihnya kepada AS karena menjunjung tinggi keinginan dan kepentingan terbaik rakyat Taiwan.
Kemudian Wu berkata bahwa China bermimpi untuk meniru Taliban. Namun, Taiwan memiliki kemauan dan sarana untuk membela diri, kata Wu, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
China telah berusaha untuk membangun hubungan dengan Taliban, meskipun mereka sendiri masih menyimpan kekhawatiran tentang kemungkinan efek pada apa yang dilihat Beijing sebagai ekstremis Islam yang beroperasi di Xinjiang China.
Taiwan telah mengeluhkan peningkatan tekanan diplomatik dan militer China dalam beberapa bulan terakhir, termasuk latihan angkatan udara dan angkatan laut yang berulang di dekat pulau itu, yang memicu kekhawatiran di Washington dan ibu kota Barat lainnya.
BERITA TERKAIT: