Adalah John Jacobs Ahrens, pria berusia 58 tahun yang mengaku bersalah atas satu tuduhan ancaman terhadap Biden, dan dua tuduhan ancaman untuk melukai.
Penjabat Jaksa AS Clint Johnson pada Kamis (19/8) mengatakan Ahrens akan divonis pada 22 Desember 2021.
"Kantor ini dan mitra penegak hukum federal kami menganggap serius setiap ancaman online yang ditujukan terhadap presiden dan anggota kongres," ujar Johnson.
Berdasarkan dokumen pengadilan, seorang produser eksekutif di stasiun televisi KOTV Channel 6 menghubungi Pusat Operasi Ancaman Nasional FBI untuk melaporkan adanya email ancaman yang dikirim ke Newson6 antara Mei hingga Juni 2021, yang kemudian diidentifikasi dari Ahrens.
Dalam emailnya, Ahrens meminta sejumlah uang yang tidak disebutkan. Jika tidak dikirim, ia mengancam akan membunuh presiden, anggota kongres, dan keluarga mereka.
"Silakan buka halaman Facebook saya dan baca apa yang saya kirimkan kepada orang-orang Kongres Amerika Serikat. Mereka memiliki waktu kurang dari 48 jam untuk menyerahkan uang atau anak-anak mereka akan mulai sekarat. Saya akan membunuh anak-anak mereka," tulisnya.
Kemudian pada 17 Juni, Ahrens juga membuat pesan ancaman serupa.
"Amerika akan melihat presiden yang sedang duduk dipenggal kepalanya tepat di depan mereka dan keluarga Anda akan mulai sekarat. Setelah itu selesai, saya akan kembali ke sini sekali lagi, dan meminta Anda menyerahkan uang saya," tulisnya.
Sebagai tindak lanjut dari laporan tersebut, Ahrens kemudian ditangkap di kediamannya di Tulsa pada 18 Juni 2021 oleh agen FBI dan Biro Investigasi Oklahoma, serta Satuan Tugas Terorisme FBI.
BERITA TERKAIT: