Laporan tersebut pertama kali dimuat oleh Oryx, sebuah outlet berita yang fokus pada isu keamanan dan kerap menjadi rujukan bagi media arus utama AS.
Oryx menyebut, kendaraan dan senjata militer yang pasukan AS berikan kepada Tentara Nasional Afghanistan telah diambil alih Taliban pada tingkat yang mengkhawatirkan selama beberapa pekan terakhir.
Dari investigasi sumber intelijen, diperkirakan Taliban sudah mendapatkan 715 unit Humvee dan truk ringan lainnya, lusinan kendaraan lapis baja, dan sistem artileri berat.
Selain itu, dua tank milik Tentara Nasional Afghanistan, lusinan sistem mortir dan senjata anti-pesawat, 17 howitzer penarik D-30 122 milimeter, 141 truk Navistar AS, 21 kendaraan lapis baja tahan ranjau Oshkosh, buldoser, ekskavator, dan peralatan lainnya termasuk dalam pengangkutan Taliban.
Setelah laporan itu muncul, sejumlah rekaman diunggah ke media sosial, mempertontonkan pasukan keamanan Afghanistan menyerahkan senjata dan peralatan mereka kepada Taliban secara massal.
Forbes memperingatkan bahwa Taliban dapat menggunakan kendaraan yang direbut untuk menciptakan kekuatan tempur bergerak yang besar jika mampu menyediakan bahan bakar.
Sejak melakukan invasi ke Afghanistan pada 2001, AS telah menghabiskan miliaran dolar untuk melengkapi Tentara Nasional Afghanistan dan Angkatan Polisi. Lebih dari 25 ribu Humvee telah dikirim ke Afghanistan, bersama ribuan kendaraan dan peralatan militer lainnya.
Berdasarkan perintah Presiden Joe Biden, pasukan AS di Afghanistan ditarik mundur dengan tenggat waktu 11 September 2021, yang dimulai pada awal Mei lalu.
BERITA TERKAIT: