Menurut Menteri Luar Negeri Antony Blinken, belasan ribu warga Afghanistan berusaha meninggalkan negara itu sebelum AS menarik semua pasukannya pada 11 September.
"Ada sekitar 18 ribu orang yang telah menyatakan minat, atau lebih, dalam menggunakan program ini untuk datang ke AS. Dengan kata lain, 18 ribu orang yang bekerja langsung dengan tentara kami, dengan diplomat kami di Afghanistan," ujarnya pada Senin (21/6).
Meski begitu, Blinken menyebut hanya setengah dari mereka yang sejauh ini telah mengisi dokumen yang diperlukan. Sementara yang lainnya baru memulai.
"Sekitar 9.000 di antaranya baru dalam proses awal. Mereka sudah menyatakan minat, mereka sedang melihat-lihat, mereka belum mengisi formulir. 9.000 lainnya, telah mengisi formulir. Mereka sedang bekerja melalui proses, dan kami memiliki beberapa dari mereka yang sedang menunggu persetujuan oleh kedutaan kami di Afghanistan dan lainnya yang sebenarnya dalam proses imigrasi itu sendiri," jelasnya,
Departemen Luar Negeri telah menambahkan 50 pejabat ke mereka yang berurusan dengan Visa Imigran Khusus yang dibutuhkan dan mereka telah berhasil menghilangkan beberapa simpanan yang ada dalam proses tersebut.
BERITA TERKAIT: